Universitas Moestopo (Beragama) Adakan Webinar Internasional: Kecerdasan Buatan dalam Dunia Komunikasi

Universitas Moestopo (Beragama) Adakan Webinar Internasional

Universitas Moestopo (Beragama) Adakan Webinar Internasional: Kecerdasan Buatan dalam Dunia Komunikasi – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang komunikasi. Salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Menyadari pentingnya fenomena ini, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) melalui Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, menggelar sebuah Webinar Internasional bertajuk “Artificial Intelligence in Communication”.

Acara ini menjadi wadah akademik sekaligus profesional untuk membahas peran strategis AI dalam komunikasi publik, bisnis, sosial, hingga pemasaran. Dengan menghadirkan narasumber internasional dan nasional, webinar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menegaskan komitmen Universitas Moestopo dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Latar Belakang Penyelenggaraan Webinar

Kecerdasan buatan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari Wild Bounty Slot kehidupan manusia. Dari media sosial, bisnis, hingga layanan publik, AI telah mengubah cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi. Namun, perubahan ini juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait etika, ketergantungan, dan juga kerentanan teknologi.

Universitas Moestopo (Beragama) melihat fenomena ini sebagai isu penting yang harus dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, webinar internasional ini diselenggarakan untuk:

  • Menjadi forum diskusi akademik lintas negara.
  • Membahas peran AI dalam komunikasi modern.
  • Mengidentifikasi peluang dan juga tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi.
  • Memberikan rekomendasi praktis bagi dunia pendidikan, bisnis, dan juga masyarakat luas.

Detail Pelaksanaan Acara

Webinar internasional ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 09.00–12.00 WIB. Format acara dilakukan secara hybrid, yaitu luring di Ruang C406 FEB UPDM(B), Jakarta Pusat, dan juga daring melalui platform digital.

Peserta yang hadir terdiri dari:

  • Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo.
  • Akademisi dari berbagai universitas.
  • Peneliti dan juga praktisi komunikasi.
  • Jurnalis serta profesional di bidang media.

Jumlah peserta daring mencapai 125 orang, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tema yang diangkat.

Narasumber dan Juga Topik Diskusi

Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari dalam dan juga luar negeri. Berikut rangkuman topik yang dibahas:

  • Dr. H. M. Saifulloh, M.Si (Rektor Universitas Moestopo) Membawakan materi “AI-Mediated Public Communication”. Beliau menekankan pentingnya etika dalam komunikasi publik yang dimediasi oleh AI, serta bagaimana teknologi ini dapat memperkuat atau justru melemahkan kepercayaan masyarakat.
  • Prof. Dr. Gerald Goh Guan Gan (Multimedia University Malaysia) Membahas “AI for Business Communication”. Menurutnya, AI mampu mentransformasi struktur bisnis, namun tetap tidak menggantikan peran manusia sebagai komunikator utama dalam dunia usaha.
  • Karlina Octaviany, S.I.Kom., M.Sc (Digital Anthropologist, GIZ Indonesia) Menyampaikan materi “Human-AI Interaction in Social Context”. Ia menyoroti fenomena ketergantungan masyarakat terhadap AI, yang sering kali membuat orang abai terhadap kelemahan dan juga kerentanan teknologi ini.
  • Assoc. Prof. Wan Mohd Hirwani Wan Hussain, Ph.D (Universiti Kebangsaan Malaysia) Membawakan topik “AI-Driven Marketing Communication”. Beliau menjelaskan bagaimana AI digunakan untuk menyampaikan pesan pemasaran secara personal, menganalisis data, memprediksi tren pasar, dan juga menentukan waktu terbaik untuk kampanye.

Kehadiran Tokoh Penting

Selain narasumber, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:

  • Dr. Aliansyah, SH., M.H (Kejaksaan Agung RI)
  • Devy Ratna (Kementerian Sosial RI)
  • Satya Pratama (Lembaga Sensor Film)
  • Dr. Thamrin Lanori, MM (Dekan FEB UPDM(B))
  • Dr. H. Ryantori, M.Si (Dekan FISIP UPDM(B))

Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu AI dalam komunikasi bukan hanya relevan bagi dunia akademik, tetapi juga bagi lembaga pemerintahan dan masyarakat luas.

Diskusi dan Juga Interaksi Peserta

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan big bass crash dari peserta. Salah satu poin menarik adalah pandangan dari Darojatun (VP Production KLY dan Juga Editor in Chief Merdeka.com) yang menyoroti fenomena filter bubble dalam pemberitaan. Menurutnya, masyarakat kini cenderung hanya membaca berita yang sesuai dengan preferensi pribadi, tanpa peduli apakah informasi tersebut benar atau hoaks.

Hal ini menunjukkan bahwa AI dalam komunikasi memiliki dampak besar terhadap pola konsumsi informasi masyarakat, sehingga perlu diantisipasi dengan literasi digital yang lebih baik.

Kontribusi Universitas Moestopo

Sebagai penyelenggara, Universitas Moestopo menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi. Menurut Dr. Natalina Nilamsari, S.Sos., M.Si (Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi), acara ini merupakan bentuk nyata kontribusi program studi terhadap stakeholder pendidikan tinggi.

Dengan menghadirkan narasumber internasional, Universitas Moestopo menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di tingkat global dalam menghadirkan diskusi akademik yang relevan dan juga berkualitas.

Dampak dan juga Manfaat Webinar

Webinar internasional ini memberikan sejumlah manfaat penting, antara lain:

  • Peningkatan wawasan akademik tentang peran AI dalam komunikasi.
  • Pertukaran pengetahuan lintas negara yang memperkaya perspektif peserta.
  • Peningkatan literasi digital bagi mahasiswa dan juga praktisi komunikasi.
  • Rekomendasi praktis bagi dunia bisnis dan juga pemerintahan dalam memanfaatkan AI secara etis.

Kesimpulan

Webinar internasional bertajuk “Artificial Intelligence in Communication” yang diselenggarakan oleh Universitas Moestopo (Beragama) menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan tinggi Indonesia mampu menghadirkan forum akademik berkualitas dengan isu global yang relevan.